SeputaranSulsel, Makassar — Ketua Tim Penggerak PKK Kota Makassar, Melinda Aksa Munafri, melakukan kunjungan langsung ke rumah salah satu warga kurang mampu di Jalan H. Mustafa Lorong 1, Kelurahan Rappokalling, Kecamatan Tallo, Minggu (8/3/2026).
Warga tersebut adalah Rita (38), seorang pemulung yang tinggal di rumah sangat sederhana bersama mertua dan iparnya dengan penghasilan dibawah Rp 50 ribu per hari.
Dalam kesehariannya, Rita mencari nafkah dengan memulung barang bekas untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga.
Sebelumnya, Rita bersama keluarganya memulung dengan menggunakan karung yang dipanggul setiap hari. Namun kini, berkat kepedulian Ketua RT 02 RW 01 yang juga merupakan pendiri Sikola Mangkasara, mereka telah dibuatkan sebuah gerobak sederhana untuk memudahkan aktivitas memulung.
Dalam kunjungannya, Melinda melihat langsung kondisi tempat tinggal Rita sekaligus berbincang dengan keluarga mengenai keseharian mereka.
Ia menyampaikan rasa haru sekaligus apresiasinya terhadap semangat saling membantu yang tumbuh di tengah masyarakat.
Menurut Melinda, kepedulian warga seperti yang dilakukan Ketua RT setempat menjadi contoh nyata bagaimana gotong royong dapat membantu meringankan beban sesama.
“Kita sangat mengapresiasi inisiatif masyarakat yang saling peduli. Hal-hal sederhana seperti ini memiliki dampak besar bagi warga yang membutuhkan. Semangat gotong royong inilah yang harus terus kita jaga bersama,” ujar Melinda.
Ia juga menegaskan bahwa kehadiran PKK di tengah masyarakat tidak hanya melalui program-program pemberdayaan, tetapi juga dengan memastikan bahwa keluarga-keluarga yang membutuhkan tetap mendapat perhatian dan dukungan.
Melinda berharap langkah-langkah kecil yang dilakukan masyarakat dapat menjadi inspirasi bagi lingkungan lainnya untuk terus menumbuhkan rasa empati, kebersamaan, serta kepedulian sosial demi mewujudkan keluarga yang lebih sejahtera di Kota Makassar.
Kunjungan ini juga menjadi bagian dari komitmen TP PKK Kota Makassar dalam mendekatkan diri dengan masyarakat sekaligus melihat langsung kondisi warga, sehingga berbagai program pemberdayaan dapat tepat sasaran dan benar-benar memberikan manfaat bagi keluarga yang membutuhkan.(*)













